malaikat itu mengetuk pintu harapan
angin mendesir membuka perlahan
air kemarau tiada tahanpun mengering
kepastian dan keraguan saling berkejaran

semakin termangu membaca mimpi
namun aksara itu melambat terberai
tiada tersurat, tiada tersirat
hanya lamunan yang terus membuai

aku masih ada
dalam kebisingan
tertatih perih mencicipi keheningan
aku merindukannya
untuk sekejap saja

-akibat insomnia-, 02.09 090409  [nomer cantik yah? :P ]

10 Komentar

  1. merindukan sekejap tp setiap saat…

  2. lamunan, jangan suka melamun pikirkan yang baik-baik saja

  3. kalo insomnia ga boleh sendirian.. harus berjamaah.. :D

  4. kok rada puitis ternyata sampeyan

  5. hayo mesti lagi nganu yo?

  6. @dobelden
    hmm..

    @pak sunarno
    yg jelek² ga boleh ya,,?

    @almas
    klo ga ada yg nemenin gimana? kan mau ga mau tuh..

    @kang ciwir
    mrgo ra iso turu kang :D

    @ndoro seten
    iyu kih.. nganu kang..

  7. lha saiki ditempatku malah musin udan e…
    salam kenal sis

  8. kretip… goro goro ra iso turu dadi kreatip

  9. kok bisa insomnia

  10. insomnia emang banyak hikmahnya, salah satunya ini nihh..

    oya, ada oleh2 dari rumahku, segera diambil ya..
    tengyu..


Tulis sebuah Komentar

*
*