putus sekolah

masalah tentang putus sekolah di Indonesia mang ga pernah nemuin titik terang.. malahan makin tinggi aja jumlahnya seiring dengan meningkatnya tingkat kemiskinan yg dah merata di Indonesia. tak terkecuali di kota kelahiran M tercinta ini Temanggung. gambar di bawah (by : mukidi) contoh anak² putus sekolah di Temanggung tepatnya di desa Wonotirto.

klo berdasar penelitian Organisasi Buruh Internasional (ILO) ada sekitar 4,18 juta anak usia sekolah di Indonesia putus sekolah dan jadi pekerja anak, 19 persen anak² di bawah 15 tahun nggak bersekolah dan lebih memilih untuk menjadi pekerja😦 Survei yang dilakukan ILO mencakup 1.200 keluarga di lima provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Berdasarkan survei itu, Makassar memiliki jumlah anak putus sekolah terbesar di Indonesia. Menurut Arum Rahmawan, Program Manajer Kampanye ILO, hal ini disebabin karna kesadaran orang tua yang masih rendah terhadap pendidikan. “Hanya sekitar 39 persen orang tua di Makassar berpikir wajib belajar itu sampai SD saja,” tuturnya.

ntu pula yang nyebabin para orang tua biarin anaknya buat kerja dalam jangka waktu yang lumayan lama. Karna dari 1.200 keluarga yang ada, cuman sekitar 45% yang menyatakan keluarganya malu kalo’ anaknya yang di bawah umur harus bekerja.

Begitu pula di Temanggung, khususnya di wilayah pedesaan masih sangat kurang perhatian orang tua terhadap anak mengenai kebutuhan pendidikan. Ni si menurut M disebabin dari banyak faktor juga. Selaen faktor dari kesadaran orang tua tadi, jelas yg paling utama dari faktor ekonomi. Belom lagi faktor pendukung yg laen seperti jarak sekolah yg susah dijangkau, tradisi masyarakat sekitar yg nggak gitu mementingkan sebuah pendidikan dan tentunya peran serta pemerintah yg kurang ‘menyentuh’ wilayah ini.

klo menurut Patric Quinn, Kepala Penasihat Teknik ILO, permasalahan ini bisa diselesein kalo’ ada upaya dari pemerintah untuk meningkatkan kesadaran para orang tua terhadap kebutuhan anaknya akan pendidikan. Menurutnya, banyaknya anak usia sekolah yang nggak bersekolah dan jadi pekerja anak karna biaya pendidikan di Indonesia masih terlalu mahal. “Sekarang saatnya bagi pemerintah untuk mengurangi biaya pendidikan bagi keluarga miskin,” ujarnya.

hhm…sebenernya sih masalah kek ginian..ga cuman pemerintah aja kali yg kudu tuntasin.yg punya kewajiban kan justru kita² ni.terutama orang tua yg paling punya tanggung jawab terhadap masa depan anaknya.. mang sekolah sekarang tu mahal. tp masih banyak kok yg masih terjangkau kek sekolah alternatif gitu..selaen murah, tipe skul kek gini justru malah lebih efektif buat para siswa nerima pelajaran dan skil. –keknya ntar M tulis deh contoh² sekolah alternatifnya, buat referensi para ortu yg mo nyekolahin anaknya tp dana terbatas–

2 thoughts on “putus sekolah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s