..ayo kita nikah..

hehe.. judul itu sempet menghiasi status YM M 2 hari kemaren..

dan langsung deh.. banyak respon masuk. macem² deh, banyak yg nanya ‘wah sama siapa nih?’, ada yang langsung kasih selamat ‘selamat ya.. kapan nih?’ , ada yang ketawa² aja.. fyuh..

padahal M nunggu respon “ayo..” haha.. tp ga ada tuh yg pm kek gitu. ga berani ato ga ada yg mau ya…😛

bukan tanpa alesan M pasang status itu. M ga bakal gengsi klo M bilang M udah pengen -huehuehue-, udah sejak lama malah..

malahan dulu M target merit muda, sekitar umur 22. dan sekarang M udah 23 tahun, Allah belum meridhoi. mungkin M masih banyak yang kudu disiapin. banyak banget. bismillah.. M mau prepare -berbenah diri- hehehe… biar klo sawaktu² dateng khitbah.. M udah tinggal ‘ayuuuk’ 😉

selama ini -sebelum pasang status itu- M udah nerima banyak respon juga. kayak “ayo M.. apa yang ditunggu”, kadang klo ngeluh capek bolak-balik kuliah ada yang komen “makanya nikah.. biar ada yang anter jemput”, ada juga yg responnya sebaliknya.. “ngapain buru².. nikmati aja masa muda”, “kelarin kuliah aja dulu”, “ntar klo nikah ga bebas maen² lho.. ”

mungkin ilmu M masih sangat kurang klo urusannya soal nikah [ga ada pengalaman pula😀 ],  M cuman sebatas tau, nikah itu ibadah, separuh agama, dan sangat dianjurkan buat yg udah mampu [lahir&batin] jangan menunda². nikah itu menghindari zina, mendatangkan pahala, dan bukankah emang kita udah diciptakan berpasang-pasangan? ayo kita temukan..

ada yang sedikit mau M share tentang hukum nikah. M kutip dari tulisan Abu Aufa,

1. MENIKAH HUKUMNYA WAJIB
Artinya, jika dilakukan menjadikan Allah Subhanahu wa Ta’ala ridho, dan pelakunya mendapatkan pahala, dan jika tidak dilakukan menjadikan Allah Subhanahu wa Ta’ala murka dan yang meninggalkannya mendapatkan dosa. Nah, kapan menikah menjadi perbuatan wajib? Yaitu, apabila memenuhi hal-hal berikut ini:
– Dirinya telah memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis.
– Nafsu dan jiwanya telah menggelora.
– Terancam atau khawatir terjerumus dalam perzinahan.

2. MENIKAH HUKUMNYA SUNNAT
Bisa sunnat juga lho, artinya jika dilakukan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan tidak mendapatkan dosa. Menikah menjadi perbuatan sunnat, jika kondisinya adalah sebagai berikut:
– Dirinya telah memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis.
– Nafsu dan jiwanya telah menggelora.
– Tidak ada kekhawatiran dalam dirinya (atau merasa aman) dari perzinahan.

3. MENIKAH HUKUMNYA HARAM

Wuah…menikah kok hukumnya haram ya? Iya, yaitu jika kondisinya adalah:
– Tidak memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis.
– Nafsu dan jiwanya sudah menggelora.

Kalau emang kondisinya kaya’ gini, maka yang mestinya dilakukan adalah hendaklah dia memperbanyak berpuasa dan menyiapkan diri untuk memiliki dua kemampuan di atas, serta menjaga kesucian dirinya.

4. MENIKAH HUKUMNYA MAKRUH

Menikah juga ada yang makruh ya? Yup! Yaitu apabila kondisinya adalah:
– Tidak memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis.
– Nafsu dan jiwanya sudah menggelora.
– Pihak wanitanya menerima kondisi ini.

5. MENIKAH HUKUMNYA MUBAH ATAU JAIZ ATAU BOLEH

Maksudnya, jika kondisi seseorang biasa-biasa saja, tidak ada kondisi yang mewajibkan atau mensunnatkan, dan tidak ada pula kondisi yang mengharamkan atau memakruhkan.

nah loh… pada masuk kategori mana nih kalian? perlu diinget nih sabda Rasulullah SAW.. “Ia adalah termasuk teman setan, atau mungkin termasuk golongan pendeta Nasrani, karena sunnah kami adalah menikah. Orang yang paling buruk diantara kamu adalah mereka yang membujang. Orang mati yang paling hina di antara kamu adalah orang yang membujang.” [HR Ibnu Atsir dan Ibnu Majah]

ditunggu lamarannya ya….😉

24 thoughts on “..ayo kita nikah..

  1. selesai kuliah, dapat kerja, langsung nikah dech.
    loh calonnya mana? he..he..

    bismillah…semoga segera peroleh pendamping yang tidak hanya baik dimata manusia, tapi juga di mata Allah y M. do’akan dakupun demikian. Amin

    eMo :iyah.. amiiiin… saling mendoakan..jodoh kita tuh yg terbaik.. yg the best buat mendampingi kita menghabiskan sisa hidup berkeluarga dan beribadah ya…

  2. Itu yg bikin aturan wajib s.d. mubah itu siapa ya? Kan paling dari Nabi adalah:
    1. Nikah itu 1/2 agama, spt uraian di atas. jadi yg belum nikah agamanya masih 1/2 alias tak sempurna.
    2. Nikah itu wajib dan merupakan sunnah para nabi. Jadi yg tidak menikah maka mereka bukan pengikut Nabi.

    Salam.😎

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s