Kaya dengan Memberi

satu – #JuneODOP

satu hal yang paling sangat sangat M sukuri karena hidup di dunia ini adalah lahir dan tumbuh dari keluarga yang luar biasa. dua orang tua M mungkin hanya orang biasa, tapi begitu istimewa… bapak adalah ‘hanya’ seorang guru tapi terkadang dengan ilmu agama yang beliau miliki dipercaya orang untuk mengisi ceramah dibeberapa tempat [semoga jadi ilmu bermanfaat &sebagai amal beliau], sedang ibu adalah seorang yang ‘cuma’ ibu rumah tangga. sosok seperti mereka itu banyak dimana-mana. jadi apa istimewanya?

istimewanya, mereka dalam mendidik kita anak-anaknya dengan penuh kasih sayang, ya disiplin sih ga gitu ketat, mereka tipe ortu yang nyantai, tapi nilai-nilai reliji slalu ditanamkan sejak kita kecil. sebenernya dasar anak-anak ortu tuh masa kecilnya bandel-bandel [terutama M anak ketiga, dan kakak M yg pertama]. tapi apa yg mereka slalu ajarkan terasanya ketika kita udah beranjak remaja dan dewasa..karena, keharmonisan kita [ortu dan keempat anak] itu ga selamanya bisa utuh seperti dulu. pas M kelas 2 SMA [dan adik, anak bungsu kls 3 MTs di pondok pesantren], ibu meninggal..

disitulah kekuatan kita sebagai keluarga benar-benar mendapat ujian. bapak yg single parent merawat 4 anaknya yg masih ababil, thoh ga bisa tahan lama. butuh pendamping,, dan akhirnya menghadirkan sosok ibu ‘baru’ ditengah kami.. dan ternyata, itupun jadi awal masalah.. gimana hubungan ortu-anak jadi renggang, masalah ekonomi-psikologi-kesehatan dll anak-anak harus survive dan kompak menghadapi semua masalah bersama.

dan disini M ga mau lebih banyak cerita tentang masalah-masalah keluarga, M lebih ingin share tentang hikmah dibalik ini semua..

yang M pikir adalah, apalah jadinya kita seandainya aja dulu ortu ga mendidik kita dengan benar.. pasti kita udah ‘limbung’, pergaulan nggak ‘genah’, berontak terhadap keadaan, cari pelampiasan, dll.. tapi sosok bapak adalah sosok paling tegar yang pernah kita kenal.. dari beliau kita belajar sabar dalam menghadapi segala masalah. dan sosok ibu, adalah sosok yang lembut hatinya.. gimana kita diajarkan untuk selalu mudah memaafkan kesalahan orang, slalu berbuat baik, dan jangan mudah dendam atau suka memperpanjang masalah.. itulah pelajaran penting yang akhirnya terimplementasi dengan adanya garisan yang ditakdirkan Allah buat kita..

dan pelajaran berharga lainnya adalah MEMBERI. orang tua M yg luar biasa itu,. terutama ibunda tercinta dari dulu mengajarkan kita untuk slalu bisa berbagi dengan ikhlas apapun keadaan kita, dan itu hampir ga pernah diajarkan secara teori, tapi dengan praktek dan teladan. orang baik itu panjang umur, kalimat itu M baru paham ketika mam udah ga ada, nama beliau slalu dihidupkan oleh siapapun yg mengenalnya.. tentang kebaikannya, kebaikan beliau selama hidup yg pada akhirnya membuat orang-orang ‘nggelani’ karena udah ga bisa ketemu sosok seperti mam lagi, sosok yang jarang bisa ditemukan.

biasanya.. harapan orang tua terhadap anaknya adalah agar anaknya bisa menjadi orang sukses hidup tentram dan masa depan cerah, tapi orang tua M ga mengajarkan gimana cara mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya.. tapi gimana kita bisa bermanfaat sebanyak-banyaknya buat orang lain. bahkan pas M masih ABG mam udah bahas soal ‘jodoh’, bukan mau dijodohin tapi mam berpesan kelak kalau M punya suami ga penting dia kaya ato nggak, yg penting dia bertanggung jawab jadi imam yang baik, dan ‘entengan’. entengan adalah gampang menolong..

ternyata.. ortu ngajarin untuk ga cari harta, tapi justru gimana kita ‘menggunakan’ harta kita untuk orang lain, memberikan apa yg bisa kita berikan.. karena disitulah letak rejeki, keberkahan rejeki, dengan banyak memberi.. akan semakin banyak jg yang akan kita dapat.. ortu ga perlu ngajarin kita cara untuk menjadi kaya.. banyaklah memberi maka kita akan kaya… rejeki datang tanpa disangka..

kaya disini ga hanya berupa materi… ortu ngajarin… kalau ingin pintar, banyaklah berbagi ilmu, kalau ingin sehat  banyaklah untuk tidak menyakiti orang lain, kalau ingin kaya bersedekahlah harta yang banyak.. dan syaratnya hanya satu IKHLAS.. satu dan  cukup sederhana tapi itulah pelajaran paling sulit.. mudah kita berbagi ilmu, berbagi harta, tapi untuk ikhlas untuk mengharap ridho Allah itu yg kadang ga gampang… menghindari agar ga ada unsur riya’ itu yg susah… kadang kita udah seneng berbagi.. rasanya ikhla-ikhlas aja.. tapi ketika kita riya’ ngerasa udah ‘keren’, disitulah gugur makna memberi/berbagi yang sesungguhnya…

tapi mam.. ibundaku tercinta.. beliau telah lulus dan katam ilmu keihklasan.. budi baiknya slalu dikenang orang.. semoga anak-anakmu bisa meneladani dengan baik pelajaran darimu mam… love u & miss u…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s