Edukana ‘Kemasan’ Baru

Logo Edukana Lama

mungkin beberapa temen ada yang mengikuti update-an kisah hidup M *GR*, ketika masa kuliah dulu, M resign dari kerja dan mencoba berbisnis sendiri dengan membuka ‘EDUKANA’ Edukasi Komputer Anak. untuk lebih lengkapnya bisa baca di postingan lama M. disitu M menjelaskan secara lengkap alasan serta sebab-musabab kenapa M bikin Edukana.

edukasi komputer anak

nah, FYI aja ya.. Edukana dulu M bikin murni tentang komputer [termasuk di dalamnya materi internet]. selain emang buat penghasilan, juga karena M pengen ada nlai manfaatnya, yaitu membimbing anak-anak ke arah yang positif dalam penggunaan komputer-internet. makanya beberapa anak khususnya tetanga dan anak kurang mampu M kasih diskon gede-gedean biar mereka juga ikut manfaatnya. secara kan sekarang [at least di temat M waktu itu -di temanggung[ sebagian besar anak usia SD sudah mengenal komputer dan internet. kalau ga dibimbing sejak dini ntar keburu keseret arus yang ga baik.

nah, ketika masa-masa perintisan edukana udah mulai bisa stand on its feet dan punya beberapa murid, M dihadapkan pada sebuah keputusan sulit yaitu harus meninggalkan edukana karena M diboyong suami ke Cianjur. sempet berniat melanjutkan edukana di cianjur, tapi ternyata beda tempat beda juga masalah. disini ga kayak di Temanggung. kepedulian akan pendidikan terlebih yang udah ‘extra’ masih rendah. jadi walopun M nyebarin brosur edukana kemana-mana tetep susah nyari muridnya. bahkan sodara, selama di Cianjur m tinggal di Sekolahan lho.. dan tawaran itu tetep M sampekan ke murid-murid, dan responnya? nihil😀

Edukana kembali M ‘tinggalkan’ karena kehadiran buah hati, Azzam abdurrazzaq. waktu, pikiran , dan tenaga semua tersita buat anak. ga ada waktu lagi mikirin edukana, apalagi emang dari dulu M pengen fokus menjadi ibu [dengan tidak bekerja]. tapi justru, karena alesan anak inilah akhirnya yang melatarbelakangi M akhirnya ‘membangkitkan’ lagi edukana dari ‘kubur’.

begini sodara, saya tinggal di sebuah sekolahan tingkat menengah pertama. otomatis saya tidak punya tetangga, karena tetangga berada diluar gerbang sekolahan. sedangkan lingkungan terdekat tempat kami tinggal adalah kampung yang terdiri dari berbagai macam karakter orang. rata-rata menengah kebawah, walo ga sedkit juga yang menengah ke atas.

edukana cianjur

karena saya jarang berinteraksi dengan mereka kecuali kalo ada urusan yang mengharuskan saya ‘keluar’, saya lama memahami bagaimana situasi sekitar. sampai suatu saat saya menyadari bahwa banyak ketikdakcocokan saya disini. salah satunya dikarenakan dengan melihat anak-anak mereka. pas awal-awal M disini M agak-agak shock mendapati karakter anak-anak disini. ngomong kasar [kebun binatang], saling bully, cengeng [dikit-dikit ada yg nangis], ga sopan, misal mereka bikin kesalahan dan ditegur ga pernah digubris, suka berantem, dll. dan jelas ini dipengaruhi dari lingkungan.

ternyata, banyak diantara mereka yang tumbuh dari keluarga yang kurang harmonis, broken home, orang tua tungal, ato orang tua yang terlalu sibuk kerja. kalaupun ada yang orang tua lengkap tapi cara mendidiknya yang kasar. maen pukul [ini M pernah nngeliat sendiri lho]. pantes aja mereka cengeng.. mau mandi sore aja pake acara dipukul-pukul dulu sampe nangis kejer. miris nggak coba?

tadinya, sebagai ibu yang care banget sama tumbuh kembang anak, M mikir buat ga lama-lama tinggal disini. artinya cari tempat tinggal yang nyaman dan lingkungan yang aman buat perkembangan moral anak. apalagi dari kecil M juga hidup dari lingkungan yang enak, dan harmonis. makanya kaget banget dan susah adaptasi dengan lingkungan disini. M bayangin udah serem aja kalau azzam ntar bergaulnya dengan anak-anak yang seperti itu. tapi terlalu membatasi pergaulan anak yang lagi seneng-senengnya maen juga ga baek juga.

suatu hari  kayak mendapat ‘hidayah’. dengan berpikir sebaliknya. kalau M takut dengan kenyataan ntar anak bergaul dengan anak-anak yang kek gitu, itu namanya M menghindari masalah. oke, mungkin anak kita aman dan tumbuh dengan moral yang baik. apa itu artinya kita menang? apa itu menyelesaikan masalah? trus.. apa kabarnya anak-anak dengan karakter ‘luar biasa’ tadi? bakal jadi apa mereka 3 ato 5 thn ke depan? hiks.. tambah serem.. akalau kita ‘pergi’ untuk kepentingan sendiri, itu cuman bermanfaat buat diri kita doang. kalau takut anak kita bergaul dengan anak-anak yang kurang sopan kayak mereka, kenapa a kita ‘ubah’ aja mereka menjadi lebih baik, dan akhirnya aman jadi temen bergaul buat azzam.

akhirnya muncul ide, untuk menggunakan lagi Edukana, tapi kali ini dengan visi misi yang sedikit berbeda. Edukasi Kreatif Anak. ga spesifik ngurusin komputer dan internet. tapi semuanya… kita didik moral-mental-psikis-akademis anak-anak dengan membuat kegiatan-kegiatan positif yang -semoga aja- membawa pengaruh buat character building mereka.

edukana baru

M pelan-pelan ngajak anak buat ngumpul dan bikin kegiatan positif. dan udah kita sepakati buat bikin acara ngumpul setiap hari sabtu dan minggu siang [karena hari lain merea ada jadwal sekolah agama sore]. untuk cerita-cerita lengkapnya bisa diliat di website resmi edukana. semoga dengan kegiatan seperti itu [dengan membawa bendera edukana]M bisa membangun lagi edukana dengan konsep baru. non-profit, dan murni untuk anak-anak. yang jelas M udah memulai ini, dan harus melanjutkan.. serius, komit, semangat, dan terus bekerja keras. ga boleh ngeluh juga.. M tau, ini ga bakalan mudah. tapi semua kembali pada niat.. niat kita baik. dan setiap niat baik lalu kita melaksanakan, pasti akan menuai kebaikan juga.. masalah dan rintangan apapun yang akan dihadapin ntar.. insyaallah ga bakal sia-sia kalau kita selalu berpikir akan manfaat dan kebaikannya. setuju ga?

10 thoughts on “Edukana ‘Kemasan’ Baru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s