Review @linimassa2 dan Accidentally ‘Nobar’ with Kids

kampung yang setiap abis maghrib udah sepi ini tiba-tiba tidak seperti biasanya, beberapa orang mulai keluar rumah, bertanya-tanya satu sama lain. ketika itu ada gosip bahwa ada penggrebekan di kampung sebelah. yang paling aneh judulnya ‘penggerebekan teroris’. kampung sebegini damai mendadak jadi headline semua media, dan jadi terkenal luar biasa. penggerebekan Nurdin M Top!!

penggrebegan

ya, pikiran saya langsung teringat sama peristiwa waktu itu ketika nonton film @linimassa2 sesi @almascatie. betapa media juara banget dengan segala tetek bengeknya teknologi mendokumentasi sebuah peristiwa menjadi sangat menarik kayak di film-film. mungkin emang dampak dari perang media yang semakin sengit jadi berlomba-lomba membuat berita sedramatis mungkin walo itu harus sedikit ‘melebaykan’ fakta yang ada. saya sendiri jadi saksi mata saat itu,  dimana saya yang kebetulan udah nyampe rumah setelah pulang kerja dibikin terheran-heran dengan yang sedang terjadi waktu itu. berita tentang penggerebekan 500 meter dari rumah saya sebenernya nggak heboh-heboh amat.. standar dan masih silent [pada jam itu]. beberapa jam kemudian orang yang pada liat berita di tv langsung berdatangan, bahkan hp saya tiap menit ga nganggur gara-gara banyak telpon dan sms masuk buat make sure apa bener apa yang mereka liat di tv. mereka penasaran sekaligus kuatir karena hebohnya berita di media. [good quote : ‘musuh media adalah dirinya sendiri, musuh yang mestinya diajak berdamai’. mantap!]

sayang, waktu itu [thn 2009] walo saya udah punya twitter tapi blom dimanfaatkan dengan intens, apalagi pake hape jadul tanpa koneksi internet. jadi saya ga bisa ikut ‘perang’ media. sebagai saksi mata saya harusnya bisa kasih info yang bener plus konfirmasi berita-berita yang dirasa hoax. seperti yang dilakukan kang almas tentang peristiwa di Ambon. bahkan kegiatannya bersama komunitas Blogger Maluku yang ikut berperan dalam usaha pendamaian kerusuhan di Ambon tersebut patut dicontoh.

sekarang eranya orang bertwitteran, memudahkan berbagi informasi dengan cepat. saya jadi bercermin lagi, kemudahan itu [yg alhamdulillah sekarang udah bisa pegang hp yg bisa buat ngetweet :mrgreen:] harusnya bisa kita gunakan dengan semestinya. share info & ilmu dengan tepat dan dapat dipertanggungjawabkan. jadikan apapun yang kita sebarkan itu benar adanya dan pastinya bermanfaat buat orang lain.

cover CD @linimassa2

bicara tentang share info & ilmu, contoh-contoh konkritnya diulas inspiratif banget di film yang di-direct sama kang @Dandhy_Laksono ini. Orang boleh bilang Indonesia itu cuman negara berkembang yang masih banyak penduduk miskinnya, SDM masih rendah, pendidikan ga maju, tapi siapa sangka bahwa ternyata udah ada 55 juta orang berinternet dan 42,9 juta diantaranya memiliki akun facebook. ada 24,9 juta twitter, 100jt no seluler, dan 3,3 juta blogger. hebat yah.. cuma masalahnya apa kita yang menjadi bagian dari pengguna yang terdata itu udah bisa memanfaatkan IT sebagaimana mestinya, lebih-lebih memberikan manfaat buat orang lain?

kayaknya kita perlu mencontoh orang-orang luar biasa seperti Almas tentang Ambon tadi. dari film @linimassa2 ini kita tau bahwa manfaat IT itu ga melulu optimal pada daerah yang udah maju aja, ternyata kita bisa belajar dari mereka-mereka yang ada jauh dipelosok sana dan dengan berbagai macam keterbatasan. selain dari Ambon tadi, mari kita terbang ke Yogyakarta. di sebuah kampung yang didaulat sebagai ‘Kampoeng Cyber’ ini diprakarsai oleh ketua RTnya sendiri bapak Heri Susanto, dengan semangat ‘maju bareng’ beliau mengajak warganya untuk bisa ‘maju’ dengan menggunakan internet di rumah, bahkan juga disediakan internet untuk umum di ‘basecamp’nya termasuk di poskamling walopun seadanya. hasilnya kampung yang terdiri dari 41 KK ini dari 28 rumah 24nya udah konek internet. dan salah satu warganya yaitu Lek Iwon bener-bener bisa memetik manfaatnya karena beliau yang mempunyai usaha batik ini sekarang bisa mempublish produk-produk batiknya via facebook dan blog jadi lingkup promonya lebih luas bahkan pesanan pun dateng dari luar negeri.

dan contoh kampung  yang udah sangat melek IT selain Kampoeng Cyber tadi adalah Desa Mandalamekar yang jaraknya 3 jam dari Tasikmalaya. selain jauh dari kota, akses jalan kesana juga konon masih susah. tapi siapa sangka desa yang terpencil ini justru jadi desa multimedia. radio Ruyuk FM yang tadinya punya program penghijauan terhadap desa yang kemudian membuat website ternyata menjadi inspirasi pak Kades Yana Noviadi menjadikan desanya desa yang update informasi . dari mulai berita desa, program pemerintahan, sampai transparansi informasi. dan website yang dikelola sendiri itu juga welcome buat warganya ikut berpastisipasi menjadi pewarta, istilah kerennya sih citizen jurnalism, keren ga coba? bukan itu aja kerennya, satu lagi plusnya program yang mereka pake adalah berbasis Open Source! selain gratis dan nggak melanggar hak cipta manapun, juga aman dari virus. cerdas

Ambon, Yogyakarta, Tasikmalaya, mungkin orang masih pada mengganggap itu kota.. belum memuaskan sebagai contoh, kalo gitu mari kita meluncur ke Lombok. Jauh dari hingar bingar perkotaan, desa Karang Bajo desa siaga aktif, menggambarkan kekompakan warganya yang bahu membahu dan juga saling bekerja sama membangun desa dengan memanfaatkan penyebaran informasi melalui radio. Primadona FM, dan sesuai namanya radio ini menjadi primadona warga. sebagian besar warga dari pojok ke pojok, dari pelosok ke pelosok mejadi pendengar setia. tentunya penyebaran informasi menjadi efektif, selain mereka bertukar informasi secara langsung, juga sebagai media hiburan sendiri. disaat radio-radio lain memutar lagu-lagu hist yang sedang tren, warga para pendengar promadona FM ini lebih seneng denger lagu Sasak yang merupakan jenis lagu masyarakat lokal [kali kalo jawa kayak campursari gitu ya], otomatis lagu sasak jadi lestari dan makin diminati.

dan manfaat besar yang didapat dari adanya radio ini bisa kita liat dari pengalaman ibu Sioni pengelola PAUD Cahaya Utara Pawang juga Pak Kitanep seorang penjaga hutan Taman Nasional Rinjani. mereka yang punya kendala masing-masing dan butuh bantuan dengan segera, menyampaikan informasi lewat radio PrimadonaFM dan langsung mendapat respon dari masyarakat. peran teknologi informasi yang sederhana ternyata terasa manfaat besarnya buat mereka yang bisa memanfaatkannya dengan optimal. dan kita yang tinggal di daerah lebih maju dari mereka bisakah berbuat lebih baik?

mungkin, bukan tempat yang jadi kendala kita. mungkin kita mengeluhkan berbagai macam kekurangan yang menjadi hambatan dan rintangan? memangnya hambatan seperti apa sih yang kita hadapi? seperti temen-temen ODHA kah? yup, sista Ayu Oktariani bersama komunitas HIV Aids Jakarta membuat beberapa akun facebook, twitter, fanpage, dan blog untuk media penyebaran informasi sebanyak-banyaknya tentang HIV Aids buat siapapun karena informasi yang ada selama ini masih minim dan masih banyak yang belum diketahui dan itu penting banget.  Ayu CS ga cuman sekedar menyebarkan informasinya gitu aja, mereka juga punya segmentasi biar informasinya mudah dicerna buat siapapun yang menerimanya. bukti kalau apa yang mereka lakukan memang serius dan ingin melakukan yang optimal buat masyarakat khususnya para pederita HIV Aids. salut

dan kita juga bisa belajar dari komunitas difabel yang digadang sama sista Angkie Yudistia, bagaimana komunitas mereka yang punya keterbatasan dan kekurangan tetap bisa berkarya dan berbuat yang positif dan mereka sebarluaskan lewat sosial media. mereka menyebarkan berita, menyebarkan semangat, menyebarkan inspirasi yang selalu bisa menggugah tekad kita. mereka aja bisa, kita bagaimana? apalagi kita yang tidak mempunyai kekurangan seperti mereka, ga bisakah kita berbuat lebih baik?

masih punya keluhan? karena sibuk, karena kita ga punya pendidikan tinggi, kita disibukkan ngurus anak, dan ga punya waktu untuk yang lain-lain? mereka masih punya semangat muda.. kita cuman mikir gimana gedein anak. gitukah pikiran kita? ngerasa udah ‘bukan waktu’nya buat kita. sepertinya kita perlu silaturahmi pada bunda kita Yatie Rachmat. mau tau umurnya berapa? 50 th.. lebih.. wah.. 60 th.. lebih.. wow.. 70 th.. lebih.. ciyus???? yup, 72 th lho… *koprol guling-guling*, beliau beneran udah 70an taun dan masih jadi emak-emak blogger. dan beliau ga cuman sekedar ngeblog, nulis-nulis jurnal harian, tapi juga berbisnis dari internet. hayoh… masih juga cari-cari alesan ngerasa udah ga masanya ‘mengarungi’ dunia maya yang sarat akan manfaat?

setiap orang pasti punya kekurangan dan keterbatasan, dari mulai jarak, waktu, umur, kekurangan fisik, dan lain-lain, tapi dari film linimassa2 ini kita bener-bener dibukakan mata banget, mereka aja bisa berbuat sesuatu yang luar biasa bahkan dengan segala keterbatasan, kenapa kita ga bisa? padahal mungkin kita punya banyak kelebihannya. saya yakin diluar sana masih banyak contoh-contoh hal positif yg lain yang bisa kita ambil dan bisa kita share.

teknologi IT, internet, dunia maya, adalah buah dari kemajuan zaman yang diciptakan untuk kebutuhan manusia, termasuk yang menyertai di dalamnya nilau plus dan minusnya. tinggal pilihan kembali pada kita akan memanfaatkannya seperti apa, kita akan menjadi pengguna yang postif atau negatif? dan tentunya diikuti dengan konsekuensi yang ditimbulkan. pastinya saya pilih untuk be positif, ambil manfaat sebanyak-banyaknya, cari ilmu, cari kawan, cari peluang, cari pengalaman sukses orang, cari motivasi penyemangat, cari informasi ter-update, cari kesempatan, dan cari petualangan, dari tempat kamu duduk kemudian berselancarlah menuju arus yang akan membawamu pada pemantapan kualitas diri.

setelah kamu mendapatkannya apa yang kamu cari, keep it for your self? no.. share it for everyone.. hukum alam udah bicara bahwa semakin banyak kita berbagi.. semakin banyak juga apa yang akan kita dapatkan bahkan berlipat. ketika kita berbagi ilmu, dijamin ilmu kita akan semakin bertambah, ketika kita menyambung silaturahmi, akan semakin banyak teman dan sodara yang datang, ketika kita membagi pengalaman, akan bertambah pula pengalaman luar biasa yang didapat. coba bayangkan apa yang akan dihasilkan oleh kehebatan teknologi jika diimbangi dengan energi positif dan kekuatan ikhlas berbagi. pasti menghasilkan sesuatu yang dahsyat bukan, mampu mengubah dunia bukan? lets prove it..

pesan-pesan tersirat seperti itu yang saya dapet dari nonton linimassa2, dan saya pengen bisa nyebarin pesan-pesan itu ke siapa aja, terutama para pengguna internet dan muda-mudi yang sedang bergejolak semangatnya. saya yakin otak mereka banyak menyimpan ide-ide kreatif dan dengan dibekali pesan-pesan seperti yang ada dalam linimassa akan memberi nilai plus dalam diri mereka. mari kita copy dan sebarkan virus linimassa ini. share share share and share..

ohya, ngomong-ngomong soal share, saya ga akan lupa berbagi juga pengalaman menarik saya tentang nobar linimassa2 ini. [doh..padahal tulisan udah panjang, masih cerita lagi, gapapa yaa]. soalnya bener-bener unik, dan lucu.

CD #linimassa2 pas dateng

CD #linimassa2 pas dateng

ceritanya, tgl 29 Oktober 2012 kami [atas nama suami -@dobelden-] dapet kiriman pake CD linimassa2 , yang tentunya kita juga berkewajiban bikin event nobar serentak pada tgl 3 Novembernya untuk area Cianjur. Suami memutuskan untuk membuat acaranya di SMK Muhammadiyah Cianjur, tepat pada tgl 3 November hanya jamnya sesuai jam sekolah hehe. pada saat itu sebenernya suami lagi ikut pelatihan sempoa, dan akhirnya ijin  untuk langsung meluncur ke SMK. saya? harusnya ikut serta dong, tapi berhubung baby lagi kurang fit dan cuaca sangat mendung terpaksa saya dirumah karena prioritas kesehatan anak. sedih banget.

kebetulan, hari itu adalah hari pertama saya mengaktifkan sebuah gerakan sosial yang saya bikin yaitu Edukana, edukasi kreatif anak, yang emang ditujukan untuk membuat kegiatan-kegiatan positif bersama anak-anak sekitar karena dilatarbelakangi dari keprihatinan saya yang ngelihat perkembangan moral dan mental anak-anak dilingkungan tempat saya tinggal yang saya bilang agak ‘amburadul’ . nah untuk memulai mengajak anak-anak itu ngumpul, saya berencana ngajak mereka nobar film kartun bareng. sengaja buat nge-grap minat mereka buat mau ngumpul, untuk selanjutnya bisa ‘dibujuk’ buat ngumpul rutin tiap minggu bikin kegiatan-kegiatan positif.

serius juga

serius juga

film kartun yang saya puter adalah Ice Age 3, hehe dan cuman bermodalkan laptop doang, tanpa infocus, tanpa tikar, sederhana dan mereka betah. saking betahnya mereka sampe minta nonton lagi, padahal laptop saya ga nyimpen film yang cocok buat anak-anak [karena semua film2 saya, saya simpen di hardisk eksternal], tiba-tiba saya teringat CD linimassa2, doh kenapa ga kepikiran dari tadi. ga bisa ikut suami nobar, knapa ga saya puterin aja tuh film, entah ntar mereka ngerti pa nggak, tapi moga ada sedikit info yang bisa mereka pahami apalagi mereka juga udah punya ‘nalar’.

ga nyangka, pas M puter, mereka lumayan serius juga memperhatikan walo saya tau ada bagian-bagian yang mereka kurang gitu ngerti. tapi ada adegan yang bikin mereka sorak sorai, yaitu tayangan berhasilnya program pak Kitanep yang membuat air untuk desa kembali mengalir, dan anak-anak pada mandi di saluran air yang jernih banget… jiwa anak-anak mereka muncul, dan heboh pengen bisa ‘cebur-ceburan’ kayak mereka. paling saya cuman kasih sisipan pesen, tuh liat aer disana jernih.. kalo kalian bisa jaga lingkungan air juga bisa terjaga lho kebersihan & kesehatannya. mereka cuman manggut-manggut.

bisa disebut nonton bareng kah? :D

bisa disebut nonton bareng kah?😀

saya bahagia. dibalik kekecewaan saya ga bisa ikut serta dalam serentak nobar linimassa2, justru saya bisa bikin event ‘nobar’ sendiri dengan anak-anak. apalagi ini nyambung banget dengan visi misi program ‘edukana’ yang saya buat, yaitu ngumpulin mereka buat kegiatan-kegiatan yang bisa mengarahkan menjadi pribadi kreatif positif. dan kata suami sebelum berangkat ke event nobar, bahwa sebenernya idealnya acara nobar serentak ini, tiap kota diselenggarakan pada dua tempat. sayangnya kita sebagai perwakilan Cianjur cuman bisa ngadain dalam 1 event. dan ternyata, akhirnya walo sederhana, saya bisa melengkapinya menjadi dua. Allah Maha Kuasa, hehe. cerita lengkap tentang nobar dengan anak-anak edukana ini bisa dibaca disini. [sebenernya anak-anak yang nonton lumayan banyak, belasan anak, tapi pas foto-foto beberapa ‘kabur’ buat maen bola :D]

oke, buat pamungkasan tulisan saya ini, ga lengkap rasanya kalo saya ga kasih info link-link video linimassa2 yang bisa temen-temen liat [jangan cuman diliat ding, disebarkan juga hehe]

klo mau link yang lengkap tanpa potongan, yg ini nih

saya share juga film linimasa bagian pertama

dan untuk persembahan film dokumenter istimewa tersebut semestinya kita berterima kasih sama orang-orang luar biasa dibalik filmnya yaitu  pak @donnybu yang jadi eksekutif produser,  mas @dandhy_laksono yang menggarap dengan bagus, tim ICTwatch yang udah menginisiasi, dan semua pihak yang udah mensupport terciptanya film ini. dan untuk mengakhiri tulisan saya ini, ijinkan saya ngasih ‘bonus’ buat pembaca yaitu, cuplikan gambar suami yang nobar linimassa area Cianjur hehehe…

DSC07841

4 thoughts on “Review @linimassa2 dan Accidentally ‘Nobar’ with Kids

  1. Ping-balik: @LINIMASSA Documentary Movie » Blog Archive » Pengumuman Pemenang Kompetisi Review #linimassa2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s