Konsumsi Air Bersih untuk Masa Depan

sumurku yang damai

sumurku yang damai

beberapa waktu lalu saya sempet dibuat ‘takjub’ karena melihat anak-anak disekitar tempat saya tinggal berkerumun di sebelah sumur saya [yang memang digunakan untuk umum]. ga cuman kebiasaan cuci tangan, basuh-basuh badan, atau buang air aja setelah asik main.. kali itu lain. mereka ternyata MINUM. iya, minum air sumur. bukan hal aneh… tapi buat saya… hmm.. *nelen ludah*

bukan saya sok-sok’an, apalagi emang faktanya gitu… di Indonesia masih lumrah orang langsung minum dari sumur, sungai, kran.. ya kali sayanya aja yang dibesarkan di lingkungan yang cukup bersih dan juga kebiasaan minum air yang mateng, makanya ngeliat gambaran kayak gitu jadi aneh banget. dan ini jadi pengalaman yang bikin gatel pengen nulis, dan kok paaass banget ada lomba dari blogdetik yang nyambung temanya..

ngeliat anak-anak tadi dengan santainya minum air sumur saya -berusaha- maklum sekaligus prihatin. memang air menjadi salah satu bagian terpenting untuk kebutuhan hidup kita. gimana enggak, hampir 80% dalam tubuh kita isinya air,  83% ada dalam darah, 75%  dalam otot, 74% dalam otak, bahkan dalam tulangpun ada 22%. cuman karena saking ga bisa lepasnya kita sama air harusnya ga sembarangan dalam mengkonsumsi, apalagi untuk kebutuhan tubuh otomatis apa yang kita konsumsi berpengaruh terutama untuk kesehatan, gimana air akan membawa dampak positif dan sehat kalau yang kita konsumsi bukan air bersih.

FAKTA KONDISI AIR DILINGKUNGAN SAYA

IMAG1442_797x600

kolam serbaguna

Sebenernya saya tumbuh di daerah yang bersih, daerah sejuk karena terletak di bawah kaki gunung yaitu kota Temanggung. selain bersh air juga jernih. dan dirumah saya dulu menggunakan air PDAM. kalau untuk minum, harus dimasak dulu tentunya. bahkan orang tua saya menyediakan kendi untuk tempat minum. katanya lebih sehat 7yfgtypvihgb’;. sekarang, saya tinggal bersama suami di Cianjur, dan daerah yang saya tinggali daerah yang lumayan cukup panas dan udah banyak polusi. tempat saya tinggal juga masih kampung, tapi masyarakat di sekitar sepertinya belum membudayakan hidup bersih.

IMAG1440_797x600

foto diambil dari jendela rumah
*ngintip*😀

kebetulan, belakang rumah saya adalah kolam [kolam serba guna], ya untuk mancing, nyuci, mandi, minum ternak, dan lain-lain. pada awalnya saya masih belum terbiasa, ngeliat anak sikat gigi disitu aja saya agak gimana gitu. tapi ya gimana lagi. kebanyakan rumah disini adalah kEluarga kurang mampu, mereka ga punya sumur apalagi air dari PDAM, air kolam tadi yang paling memungkinkan, mudah, deket, gratis, dan segala aktivitasnya bisa sambil ngerumpi hehe.

tapi saya ngerasa sedih, ketika ngeliat kondisi kolamnya, banyak sampah, airnya keruh, manusia dan binatang kadang jadi satu. hadehh.. saya pun jadi paham, kenapa mereka santai banget minum air sumur saya. karena air sumur saya bersih.. [ada ikan sapu-sapunya lho😀 ]. tapi tetep aja, saya ga bisa lama-lama membiarkan mereka terutama anak-anak untuk terbiasa minum air sumur.

BAHAYA MEMINUM AIR MENTAH

udah banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa minum air mentah langsung itu ga sehat karena di dalam air mentah mengandung banyak virus, bakteri jahat, serta parasit yang dapat dengan mudah membuat kita terjangkit diare, hepatitis, radang usus akut, typus, infeksi parasitis, dll. menurut hasil pantauan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup [BPLH] kualitas air tanah di 48 sumur yang tersebar di wilayah DKI diketaui 63% diantaranya mengandung coliforn dan 75%nya mengandung fecal coli melebihi Baku mutu. ga menutup kemungkinan kandungan air sumur di daerah saya yang juga udah banyak polusi ini ga jauh beda dari DKI. karena nyatanya di Indonesia, terutama di wilayah Jabodetabek dan Bandung, sekitar 48% air tanah terkontaminasi bakteri coliform. dan di dunia, 1,4 juta anak meninggal karena berbagai penyakit yang disebabkan kurang bersihnya air yang digunakan. serem bukan? [hiks jadi inget anak-anak tadi..]

minum air sumur

saya yang merupakan pendatang baru di wilayah Jawa Barat ini lumayan kaget juga, karena penggunaan air minum mentah secara langsung [tanpa proses] udah bukan hal yang aneh, karena banyak dipraktekkan disini. kebanyakan pengkonsumsinya adalah warga ‘kelas bawah’ , biasanya disebabkan faktor ekonomi yang buat mereka konsumsi air yang layak minum itu butuh dana ga sedikit, misal masak butuh gas yang ga murah, air galon juga mahal, air isi ulang yang lumayan terjangkaupun balum tentu semua mampu, ditambah faktor kurangnya sosialisasi tentang pentingnya air bersih, jadi mereka cukup berpikir bahagaimana melepas dahaga mereka dengan segera.

prihatin bukan, tapi bukan berati kita yang udah ngerti tentang pentingnnya air bersih dan slalu jaga kesehatan ini bisa terhindar dari air kotor. karena, dari pantauan saya ternyata *surprise lagi* bahwa banyak padagang-pedagang minuman yang menggunakan air [terutama untuk bahan es] adalah dari air mentah. dan itu banyak sekali lho, sampai-sampai bikin saya agak ‘paranoid’ untuk cari pedagang  jujur -saking jarangnya- karena kalo udah dalam bentuk es udah susah ngebedain air mateng dan mentah. apalagi kalo lagi haus ditengah terik matahari siapa sih yang ga tergoda minuman dingin?, mau mentah pa mateng, sikaaatt.. *glek*

sebelumnya, perlu diketahui tentang kriteria air minum yang layak konsumsi adalah air yang jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, tidak mengandung bakteri jahat, tidak mengandung campuran yang merusak organ tubuh seperti zat seng atau zat besi yang mengandung mineral organik. Tepatnya seperti ini :

ph air murni

1. Syarat fisik, antara lain:
a. Air harus bersih dan tidak keruh
b. Tidak berwarna apapun
c. Tidak berasa apapun
d. Tidak berbau apapun
e. Suhu antara 10-25 C (sejuk)
f. Tidak meninggalkan endapan

2. Syarat kimiawi, antara lain:
a. Tidak mengandung bahan kimiawi yang mengandung racun
b. Tidak mengandung zat-zat kimiawi yang berlebihan
c. Cukup yodium
d. pH air antara 6,5 – 9,2

3. Syarat mikrobiologi, antara lain:
Tidak mengandung kuman-kuman penyakit seperti disentri, tipus, kolera, dan bakteri patogen penyebab penyakit.

APAKAH AIR MATANG ADALAH SOLUSI?

nah kadang kita sudah cukup ngerasa aman dengan memasak air yang akan kita minum, karena menurut kita bakteri-bakteri dalam air udah mati ketika dimasak. tapi tau nggak sodara, ternyata air masakpun tetep blom aman lho. *hahhh, ciyusss??*

gini, ada dua pernyataan yang menjadi mindset kebanyakan orang. satu, bahwa air minum yang aman itu air minum masak. dan dua, bahwa yang namanya minum ya minum, artinya itu cuman sebagai pelepas dahaga aja ketika kita haus. jadi kadang ga sampe mikir apa sih yang terkandung dalam minuman kita, beneran udah sehat belum sih? dan ternyata nih ya, kayak yang saya bilang tadi bahwa air yang udah dimasakpun blom tentu aman. emang air masak kayak gimana sih yang ga aman? ini dia contoh-contohnya.

satu, AIR YANG TIDAK MENDIDIHAir PDAM yang diminum adalah hasil dari proses sterilisasi dengan menggunakan klorinasi. Setelah melalui proses klorinasipun, air masih mengandung 13 substansi berbahaya, diantaranya hidrokarbon yang terhalogenasi serta khloroform yang dapat mengakibatkan kanker dan atogenik (kelainan/abnormal). Saat suhu air dipanaskan hingga 90°C, kandungan hidrokarbon yang terhalogenasi akan meningkat dari 53 mikrogram menjadi 177 mikrogram, atau lebih dari 2 kali lipat dari standard kesehatan air minum nasional. Pakar menuturkan bahwa meminum air yang tidak mendidih dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker prostat dan kanker rectum (bagian akhir dari usus besar) 21%-38% lebih tinggi. Jika suhu air mencapai 100°C maka kedua zat berbahaya ini akan menguap mengikuti uap air dan kandungan dalam air akan berkurang drastis, jika air dibiarkan mendidih terus menerus selama 3 menit, akan lebih aman untuk dikonsumsi.

sumber : caritacampurrattu.blogspot.com

dua, AIR YANG DIMASAK KEMBALI. Ada orang yang memiliki kebiasaan memasak kembali air matang yang tersisa di dalam termos, dipanaskan kembali lalu diminum, agar hemat air, hemat energi, dan hemat waktu. Tapi “penghematan” seperti ini nampaknya tidak layak dilakukan. Karena air matang yang dimasak kembali akan membuat kadar air menguap kembali, sehingga kandungan Nitrat akan meningkat, dan sering mengonsumsi air seperti ini akan meningkatkan endapan Nitrat di dalam tubuh yang mengakibatkan keracunan. dan jujur, dulu sebelum tau tentang info ini saya termasuk orang yang punya kebiasaan tersebut. bukan karenaa pengen hemat air, tapi lebih karena pengen cepet aja, buru-buru jadi ga nunggu mendidih. hehehe… ga lagi-lagi deh.

tiga, AIR BEKAS KUKUSAN. Yang dimaksud air bekas kukus adalah sisa air yang digunakan untuk mengukus bakpao, mantau, dan lain-lain. Terutama air bekas kukus yang telah digunakan untuk mengukus berulang kali, karena kandungan Nitrat di dalamnya sangat tinggi. Jika sering mengonsumsi air seperti ini atau sisa air yang digunakan untuk memasak bubur, akan mudah keracunan Nitrat. Selain itu, kerak endapan pada air bekas kukus sering kali ikut masuk ke dalam tubuh, yang dapat mengakibatkan komplikasi pada pencernaan, syaraf, gangguan saluran seni, gangguan produksi sel darah, sirkulasi darah, dan lain-lain sehingga menyebabkan penuaan dini. Hal ini disebabkan karena kerak endapan air bekas kukus mengandung zat berbahaya seperti kadmium, raksa, arsenikum, aluminium, dan lain-lain.

tapi jadi bingung, air mentah ga sehat, air matang pun juga blom aman. gimana dong? beralih ke air galon yang mahal ato air isi ulang yang lebih terjangkau..? air kemasan juga banyak dipasaran..

tubuh kita membutuhkan air dan mineral, air yang kita butuhkan adalah air murni yang bebas dari polutan berbahaya dan tidak mengandung zat – ­zat perusak kesehatan dan mineral yang dibutuhkan tubuh adalah mineral yang bersifat organik. makanya sekarang banyak orang yang memperhatikan sekali tentang kebutuhan mineral dan beralih mengkonsumsi air mineral [galon ato kemasan] ataupun air isi ulang demi mendapatkan air yang mengandung mineral. dan meningkatnya kebutuhan akan air mineral menjadikan trend bisnis air kemasan dan isi ulang. tentu jadi berdampak juga akan meningkatnya bisnis-bisnis yang kurang memprioritaskan mutu. jadi sebagai konsumen kita perlu cerdas dalam memilih. dalam kasus saya yang mengangkat tentang masyarakat kelas bawah jelas bukan pilihan mereka untuk mengkonsumsi air kemasan yang cenderung mahal. sedang air isi ulang terdapat beberapa kelemahan yaitu :

  • lemahnya pengawasan dan pembinaan membuat mutu air cenderung labil (tidak konsisten).
  • terjadinya salah produksi relatif tinggi, terutama menyangkut pemilihan bahan baku, sanitasi, dan pemilihan alat.
  • tidak ada aturan yang jelas tentang jasa layanan depo isi ulang menyangkut kualitas produksi, sehingga tidak ada perlindungan hukum secara khusus terhadap konsumen jika terjadi kasus yang tidak diinginkan.
  • proses pengemasannya hanya mengandalkan teknologi sederhana yang seringkali menjadi penyebab terkontaminasinya air oleh bakteri.

Sedangkan hasil pengujian laboratorium yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atas kualitas air minum di sejumlah depo isi ulang menunjukkan adanya cemaran mikroba dan logam berat. ya emang ini ga semua sih, tapi tetep aja kita perlu waspada kan? apalagi jaman sekarang dimana orang udah gembar-gembor tentang global warming, penghematan energi, pencemaran air dan udara, kebersihan lingkungan dan lain-lain. Kita sadar betul akan itu, pertambahan penduduk dan kemajuan teknologi berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan dan pencemaran akan air. dan berbanding terbalik dengan ketersediaan air bersih. kurang lebih skemanya seperti ini :

sumber gambar

PUREIT, MENJADIKAN AIR MENTAH GA SELAMANYA BAHAYA

bisa disimpulkan disini bahwa perlu kehati-hatian buat konsumen seperti kita, khususnya lagi bagi masyarakat disekitar saya yang masih kurang mampu. mereka harus menemukan solusi untuk mendapatkan air minum yang layak, sehat, aman, tetapi tetep ‘merakyat’ alias terjangkau. dan by the way saya punya lho solusinya.. hehe. kalo yang punya tv pasti udah tau tentang PUREIT, udah sering nongol di iklan kan? saya rasa itu solusi paling cocok buat kasus saya. kenapa?

sumber : pureitwater.com

HEMAT ENERGI

karena tanpa gas dan tanpa listrik. sekilas kayak ‘primitif’ hihi tapi justru ini canggih banget. di dalemnya kan ada om jin yang bisa bim salabim. hehe becanda ding. pureit ini pake teknologi penyaringan beberapa tahap di dalamnya, dan tanpa energi listrik dan gas. jadi cocok banget jadi salah satu produk yang mengkampanyekan ‘penghematan energi’. ga perlu saluran pipa juga. dan yang penting nih.. kita ga perlu keluarin biaya bensin ato energi buat keluar rumah beli air.

PRAKTIS

cukup masukkin air yang biasa kita minum/masak [misal air PDAM] ke dalam alat, dan langsung akan dimurnikan menjadi siap minum.

EKONOMIS

Biaya per liter pemurnian air hanya Rp100, jauh di bawah harga air galon dari merek ternama (Rp526/liter), air isi ulang (Rp187/liter), dan air rebus (Rp107/liter). biaya produknya sendiri adalah sekitar kalo kita menyisihkan anggaran galon 1-1,5 bulan, dan anggaran 4 bulanan beli gas [kalo abis perminggu], dan kita bisa irit seterusnya tanpa gas, listrik, uang transport. DAN BEBAS ONGKOS KIRIM.

SEHAT

Air terlindungi dari kuman berbahaya penyebab penyakit dengan menggunakan standar terketat EPA (Environmental Protection Agency) USA yang menghilangkan log 6 bacteria, log 4 virus, dan log 3 parasites. makanya aman dikonsumsi seluruh anggota keluarga baik itu anak-anak, manula, ibu hamil menyusui.

CANGGIH

Pureit memiliki indikator yang dapat menunjukkan lebih awal kapan perlu mengganti Germkill Kit (mekanisme penghentian otomatis).

MUATAN BESAR

Kapasitas hingga 9 liter di top chamber ditambah 9 liter di transparent chamber.

DESAIN ELEGAN

jaman dulu saya sempet bingung ngelit dikampung bikin pancuran air dari gentong yng diisi bebatuan. katanya bebatuan tersebut fungsinya menyaring kotoran air. dan konsep Pureit  ternyata seperti itu. bedanya dia ga kayak ‘gentong’ desainnya keren banget, ga kalah dari dispenser-dispenser mahal.

BERGARANSI

garansinya satu tahun. dan lengkap surat serta kartu garansinya

MUDAH DIDAPET

agen Pureit udah tersebar dimana-mana, kalaupun masih kesusahan nyari bisa call nomer nomer agen dan siap antar.

BERSERTIFIKASI

ga cuman sertifikat international dan nasional tentang keunggulan produk ini aja, tapi juga sertifikat penjualan pemurni air terbesar sedunia. saya ulangi lagi SEDUNIA. Independet Validation of Hindustan Unilever Limited’s Claim to “The World’s largest Seller of In-Home Drinking Water Treatment System”. pengakuan seperti ini sebagai bukti emang Pureit bukan produk yang meragukan.

USER FRIENDLY

ini penting. buat kebanyakan orang mungkin bisa bilang gampang, tapi buat orang-orang yang *maaf* kelas bawah, sesuatu yang baru apalagi berhubungan dengan teknologi mereka masih suka gagap. nah Pureit termasuk produk yang mudah dalam pemasangan dan penggunaan. mau itu orang kota atau desa, orang terpelajar atau bukan, ga bakal kesusahan.😉

nama Pureit sendiri udah mewakili PURE atau murni. jadi air yang udah diolah udah dimurnikan dan aman untuk kita minum. sedang proses pemurniannya sendiri seperti ini :

Tahap 1: Saringan Serat Mikro – menghilangkan semua kotoran yang terlihat
Tahap 2: Filter Karbon Aktif – menghilangkan pestisida dan parasit berbahaya
Tahap 3: Prosesor Pembunuh Kuman – menghilangkan bakteri dan virus berbahaya dalam air
Tahap 4: Penjernih – menghasilkan air yang jernih, tidak berbau, dengan rasa yang alami
Komponen 2-3-4, dalam satu rangkaian disebut Germkill Kit, yang harus diganti setelah memurnikan 1500 liter air.

apa itu Germkill Kit? yaitu perangkat pembunuh kuman yang tahan lama dan dapat diganti. ini kalau saya bilang sih ‘jimat’nya Pureit. dan alat ini yang paling menentukan proses pemurniannya. daya kerjanya hebat. ga usah kuatir cepet-cepet ganti. germkill kit mampu memurnikan sekitar 80 galon, jadi tinggal itung tuh, kira-kira berapa bulan penggunaan kita. lama kan?

PureIt dan Lingkungan

kebanyakan sesuatu teknologi [apalagi yang canggih], sebagian [bahkan banyak] yang tidak ramah lingkungan. menciptakan polusi, menipiskan lapisan ozon, pemborosan energi, mengganggu kesehatan, dan lain-lain. gimana dengan Pureit yang udah kita setujui kecanggihannya? inilah yang jadi kelebihan lain dari pureit. RAMAH LINGKUNGAN banget. ga usah pake gas, ga usah pake listrik, jadi jelas banget HEMAT ENERGI. proses pemurniannyapun tanpa polusi, ga mengeluarkan gas dan ga berisik, jadi BEBAS POLUSI UDARA DAN SUARA. Dengan sistem teknologi seperti ini Pureit mendukung yang namanya EFISIENSI SUMBER AIR. jadi apakah Pureit itu musuh lingkungan? saya rasa kita semua sepakat kalau Pureit itu SAHABAT LINGKUNGAN🙂

Air itu hidup, jadi harus dijaga & dipelihara 

Ketika tempo hari saya ngelihat anak-anak minum air langsung dari sumur, jujur saya sedih, mereka ingin melepas dahaga karena abis kecapean main, dan itu keinginan yang sangat sederhana dengan resiko yang berbahaya. saya sedih. kenapa? karena saya ngelihat masa depan. bukan saya ahli meramal, tapi saya melihat anak-anak itu sebagai masa depan kita dan gimana nasib masa depan kita kalau kesehatan penerus-penerus kita ga terjaga? dan saya ga bermaksud membesar-besarkan tapi kita thoh ga bisa memungkiri, apa sih yang bisa kita lakukan? kadang menthok-menthoknya ngerasa sedih dan prihatin. mana actionnya?

saya sendiri ga bisa berbuat banyak, karena saya bukan produsen air mineral, depo isi ulang, dan saya mengkonsumsi air minumpun dengan memasak air kran. disini ada air kemasan yang lumayan murah. ketika mereka ada gelagat mau minum air sumur, biasanya saya memanggil mereka dengan membagikan air minum kemasan [gelas] yang saya bilang murah tadi. memang mungkin belum cukup sehat tapi mending lah daripada air sumur tadi.

saya jadi teringat buku yang saya baca karya Dr. Masaru Emoto The True Power of  Water bahwa sebenernya air itu hidup dan dapat merespon informasi disekitarnya. jadi air melihat, mendengar, dan merasakan sesuai apa yang dia terima dan dapat dibuktikan melalui kristal-krital air. setiap hal-hal positif yang diterima akan direspon bagus, air akan membentuk kristal-kristal indah. bahkan kemurnian dan kualitas juga tetap terjaga, bahkan apabila kita konsumsi juga akan memberikan dampak positif juga buat tubuh kita. begitu juga sebaliknya kalo apa yang diterimanya hal-hal negatif maka akan direspon negatif, ga terbentuk krital indah tapi bentuk yang tidak beraturan. bahkan ga sehat dan cepat membusuk.

ketika kita melakukan hal positif seperti menjaga kualitas air, selain secara fisik air bersih dan sehat, juga terdapat energi positif karena efek energi yang telah direspon oleh air, tentu manfaatnya berkalilipat dari yang kita harapkan. Sebaliknya, seandainya kita -sengaja ataupun enggak- melakukan pencemaran, selain kotor dan berpenyakit, juga energi negatif yang diterima air akan direspon negatif juga, kerugian yang kita terima berlipat juga. makanya menjaga kemurnian air, tindakan yang kita ambil ga cuman secara fisik aja juga diberikan melalui energi, melalui hati, keikhlasan, dan kegembiraan.

berkebun

mengajak berkebun

nah rencana, selain saya ngajak anak-anak dan lingkungan sekitar menjaga air [terutama air sumur, ya iyalah.. sumur saya gitu lhoh :mrgreen:] saya juga pengen memiliki produk pureit. karena dengan ini saya bisa menyediakan air minum sepuasnya dan udah menjamin bersih sehat untuk anak-anak tersebut. dan sapa tau beberapa pedagang minuman disekitar saya [yang biasa bikin es dari air mentah] juga jadi sadar dan tertarik menggunakan produk ini. apalagi ekonomis tanpa keluar biaya listrik dan gas.

saya sendiri, yang biasanya mengajak anak-anak sekitar tadi dalam kegiatan Edukana [Edukasi Kreatif Anak] untuk menjaga lingkungan dengan hal-hal kecil yang berpengaruh besar seperti, membuang sampah pada temannya eh tempatnya, menghemat air, tidak mengotori air dan tanah, berkebun dan menanam pohon, penghematan energi, ga gampang lho tapi menyenangkan.

ini semua demi ‘menciptakan’ masa depan untuk saya sendiri khususnya, ga mungkin saya terus-menerus mengeluhkan tentang pencemaran, sulitnya mendapat air bersih, kalau tindakan yang bahkan kecilpun tidak saya lakukan, pekerjaan saya ini akan jauh lebih mudah kalau banyak yang membantu, ngerasa dirugikan? GA MUNGKIN!

KESIMPULAN

tips & trik mengkonsumsi air minum yang sehat :

  1. gunakan air yang akan kita minum dari sumber yang jelas bersih
  2. seandainya air dimasak, pastikan air dalam keadaan mendidih.
  3. seandainya memakai air kemasan :
    • Pilih tempat penjualannya. Jangan membeli di sembarang tempat. Kemasan hebat dan harga supermahal bukanlah jaminan.
    • Cermati labelnya, apakah tercantum alamat produsen, komposisi, proses yang dipakai untuk sterilisasi, juga petunjuk penyimpanan?
    • Cek keutuhan segelnya.
    • Cek kualitas air secara fisik, yakni dari kejernihan, bau, serta warnanya.
  4. seandainya memakai air isi ulang :
    • Cek dari mana sumber airnya
    • Cek kualitas air secara fisik.
    • cari depo yang sudah berijin resmi.
  5. hindari air minum dari kemasan plastik. karena bisa jadi mengandung zat beracun seperti Poly Ethylene dan lain-lain.
  6. cukupi kebutuhan tubuh akan air sebanyak kurang lebih 6-8 gelas sehari.
  7. sebaiknya minum dalam jumlah sedikit dengan frekuensi sering, jangan menunggu hingga kehausan baru meminum air. Menambahkan air dalam keadaan dehidrasi atau kekurangan air akan menyebabkan tubuh menyerap air dengan cepat, tapi juga akan segera dibuang melalui metabolisme, sehingga justru menyebabkan efektifitas penyerapan air oleh tubuh menjadi menurun.
  8. teliti kualitas, masa berlaku, dan pengemasan sebelum membeli.
  9. gunakan produk yang jelas teruji baik dari segi kesehatan, kualitas, dan teknologi.
  10. uji laboratorium.

Tips Menjaga Lingkungan dan Sumber Air Minum

  1. dimulai dari diri sendiri dan dari hal yang kecil, misal menjaga kebersihan diri.
  2. membuang sampah pada tempatnya, dan atau mengolahnya dengan sesuai [daur ulang].
  3. melakukan penghijauan, sekecil apapun, walaupun itu dengan satu pot di teras rumah.
  4. mulai berprinsip one person one tree [sukur-sukur lebih], penanaman pohon besar akan sangat kita nikmati kelak
  5. menjaga kerbersihan sumber-sumber air, seperti sumur, kolam, sungai.
  6. bedakan tempat pembuangan kotoran dengan tempat mandi dan mencuci, lebih-lebih untuk air minum.
  7. penghematan air ketika mandi, mencuci, dll. pakai air secukupnya dan jangan dibuang-buang. mungkin air memang berlimpah, tapi entah ditempat lain mungkin sangat susah mendapatkan air.
  8. membuat penampungan-penampungan air. kita ga bakal pernah tau kita akan mengalami kekeringan ato nggak. minimal misal punya penampungan air ketika hujan, air tersebut bisa kita gunakan untuk menyiram bunga, mencuci motor, mengepel, dll.
  9. efisiensi. baik itu air, energi, atau apapun yang berasal dari alam.
  10. pelestarian hutan. reboisasi, pelarangan penambangan liar, menjadika menanam pohon sebagai hobi.
  11. banyak lagi..
DSC08033

anak-anak sekitar yang sering maen
senyum mereka adalah masa depan kita

air adalah benda yang lembut, tapi dengan air kita bisa hidup, batu pun bisa berlubang oleh air, bangunan akan kuat karena bahannya dipersatukan air, jadi jangan pernah remehkan keberadaannya. jaga selalu, demi kita, kesehatan kita, dan masa depan kita.

 

sumber :

16 thoughts on “Konsumsi Air Bersih untuk Masa Depan

  1. Aseeekkk… Tapi sebenernya jauh sebelum mulai marak dagangan semacam itu, keluargaku sudah memakai teknologi semacam itu lho mbak. Saya inget ibuku beli alat seperti itu pas saya masih SMP (meh 10 taun) dan baru ganti kasa filter sekali.

  2. wooh jebul ujunge ngiklan to!
    btw, nek opo-opo terlalu steril ki opo malah ora marake daya imunitas tubuh rendah? nek soal ngombe banyu mentah, jaman cilikku mbiyen sering, tp yo mungkin kualitas banyu jaman mbiyen ndek sumur lan belik isih terjamin.
    tapi nek menangi jaman saiki, opo-opo serba ora aman sing jelas kudu dikencengi le donga…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s